tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049

tvlabcomm@gmail.com - 0818 936 046 - 0812 271 77049
Jogjakarta HeavenNingrat - Jogjakarta CyberNingrat - tvlabcomm@gmail.com

Friday, May 18, 2012

Alasan punya Tablet


Baru sadar kenapa kita harus punya Tablet. Atau paling nggak membawa smartphone kemana-mana. Betapa repotnya bila kita sedang berada di situasi crowded seperti di atas, akses internet hanya bisa dilihat dengan Laptop. :)))

Tapi, apapun gadgetnya, jangan lupa dicharge-in yg penuh. Hidup kita tergantung banget dengan Gadget dan Baterai!!!

Testimonial .... Ehem :)


Belajar Android Bersama IKITAS


Besok hari ke tiga saya belajar Android tidak terasa waktu begitu cepatnya semoga besok bisa lancar untuk mengikuti pelatihan belajar Android yang di selenggarakan oleh IKITAS yaitu singkatan dari Inkubator Kreasi dan Inovasi Telematika Semarang yang di mulai sejak tanggal 14 - 16 Mei 2012.

Dalam workshop ini pembicara sangat enak di ajak ngobrol siapakah dia??. Dia adalah Bapak Sony Setiawan seorang yang sudah melalang buana dimana pengalamannya tidak di ragukan lagi selama beberapa tahun terakhir ini di memfokuskan untuk mengembangkan membuat aplikasi mobile karena pasar yang saat ini dibutuhkan belum banyak orang yang melirik ke sini, lah dari sini saya sendiri untuk mengikuti jejak beliau semoga apa yang saya harapkan ini bisa tercapai dan terutama bisa mengembangkan pemrograman di aplikasi mobile yang saat ini banyak sudah di buruh banyak konsumen.
Android adalah salah satu barang yang istimewah pada saat ini dari pengamatan beliau bahwa dikemudian hari nasib android pasti akan menjadi seperti HP yang sekarang ini banyak orang yang punya sehingga dari analisa ini akan menjadikan pasar untuk pengembangkan program di dunia mobile akan pasti di buruh banyak penggemarkan,, kalau tidak percaya tengok saja ke belakang gimana sejarah munculnya HP dan sampai sekarang mungkin saja cerita akan hampir sama dengan itu, semoga apa yang di pikirkan ini bisa tepat dan terlaksana

Dari ini saya mau mengucapkan berterima kasih kepada Bapak Sony Setiawan yang memberikan materinya begitu luas bagi newbie kayak saya yang belum tahu apa-apa tentang dunia aplikasi mobile dan penyampainnya begitu mudah tapi bagi saya ada kendala karena belum punya Lepi sendiri akhirnya apa adanya akan saya bawah sehingga saya membawa notbook yang begitu kecil karena sangkeng gak ada pinjaman. :mewek

Walaupun demikian semoga saja untuk kedepannya bisa mempunyai Lepi sendiri dan tidak susah-susah pindah-pindah data kesana kemari..Begitulah cerita saya di hari ke dua mengikuti seminar Android yang di selenggarakan Ikitas semoga harapan kedepannya ikitas selalu mengayomi kami untuk mengembangkan kreasi dan beronivasi demi kemajuan kita bersama dalam dunia teknologi informasi.
 

Thursday, May 17, 2012

Dari Workshop Android IKITAS - DEPERINDAG Semarang


Kemarin tanggal 14-16 Mei 2012, saya diminta mengisi workshop pemrograman Android dgn basis Industri Kreatif dan Multimedia. Workshop ini diselenggarakan IKITAS dan didukung penuh oleh Kementrian Perindustrian. Saya dihubungi Mas Mustofa, pimpinan IKITAS yg meminta saya mengisi sebanyak 3 hari. Acara ini diselenggarakan di Hotel Siliwangi Semarang yg lokasinya di daerah Banjir Kanal.

Saya sengaja membawakan workshop dengan cara santai dan penuh guyon. Saya Sadar, bahwa membawakan materi Android, apalagi membedah sisi pemrogramannya bisa membuat kepala pening dan muntah-muntah bagi siapa saja yang belum terbiasa melakukan koding dengan menggunakan komputer. Hahahaha....Tapi ternyata, para peserta workshop kali ini, punya bekal kemampuan menjadi seorang Mobile Developer. Terbukti, hampir semua peserta membawa Laptop yang sudah terinstal Android SDK dan JAVA Development KIT.

Saya membawakan beberapa tools untuk membuat berbagai aplikasi Android yg simple dan cepat dilakukan. Saya bilang ke mereka, bahwa selama ini, para pemula dan pembelajar aplikasi Android sering merasa terbentur masalah penggunaan Software dan Tools yang tidak tepat. Oke, kita paham bahwa Android mempunyai 2 bahasa ibu, C dan Java. Tetapi mencampurkan 2 bahasa tersebut hingga menjadi sebuah aplikasi yang siap jalan/terkompilasi adalah hal yang membuat PECAH NDASE bagi sebagian orang yang belum terbiasa dengan pemrograman Android.

Prosedur awal seperti menginstall Eclipse, Download ADT, download update library dan beberapa software pendukung lainnya yang digabungkan dalam kesatuan tools yang terintegrasi adalah hambatan pertama bagi para programmer pemula. Saya katakan kepada para peserta bahwa, mereka tidak perlu ketakutan untuk memulai pemrograman Android. Ada beberapa situs pembuatan Aplikasi Android yang tidak membutuhkan bahasa pemrograman. Anda bisa klik ke http://www.ibuildapp.com  Anda akan mendapat berjuta kemudahan untuk membuat aplikasi Android secara instan dan Profesional Looks :)

Hmmmm...tapi, kalau hanya sekedar menggunakan bantuan template, Anda belum menjadi seorang Developer Mobile yang baik dan benar. Hari ke 2 Workshop, saya mulai memberikan materi coding Android. Saya menggunakan bahasa LUA dan memberikan beberapa contoh coding yang bisa menghasilkan aplikasi rumit setingkat game Angry Birds dengan jumlah baris coding yang tidak terlalu banyak. Untungnya, peserta Workshop kali ini, tertarik untuk mempelajari pembuatan game di Android. Mereka lumayan kaget melihat kenyataan bahwa membuat game untuk Android tidak sesulit yang mereka bayangkan sebelumnya.

Hari ke 3 ada beberapa kejutan. Seorang peserta yang berasal dari Demak dan masih duduk di kelas 12 SMK berhasil membuat modifikasi game dgn menggunakan 4 layer. Anda mengerti yang saya maksud? Silahkan cek hasil screenshot dari game buatan peserta tersebut di bawah ini :



Anda bisa bayangkan, sang peserta yang bernama Fendi ini, membuat simulasi animasi di tambah simulasi game ala Angry Birds dengan menggunakan karakter GARUDA PANCASILA...!!!!

Fuih, ide yang lumayan brilian, tetapi saya bilang ke Fendi, saya nggak berani mengunggahnya ke market. Soalnya menggunakan simbol negara Garuda Pancasila. Nanti saya bisa kena tuntut pasal berat nih. Hehehe...padahal, secara kreatifitas, Fendi si anak muda dari Demak ini punya cara berpikir yang dahsyat. Keren ya, Burung Garuda dijadikan layaknya Angry Birds....hehehehe...

Di Hari ke 3 ini pula saya terpaksa harus pamit pulang karena selesai memberikan materi pelajaran Android. Terimakasih para peserta, teman2 baru, teman2 IKITAS, teman2 UDINUS, UNISSULA dan segenap panitia pelatihan Android. Semarang bener-bener membuat saya merasa nyaman dan bersemangat untuk datang kembali. Semoga kelak kita bisa bersama mengembangkan Android Developer yang berbasis di kota ini, Salam

Sony Set

Friday, May 11, 2012

Aplikasi Hanson Play di Google Play


Tanggal 6 Mei kemarin, saya kebetulan membuat aplikasi Hanson Indonesia yg saya unggah ke Android Market - Google Play. Ini aplikasi untuk merayakan hari ulang tahun band Hanson yang pernah ngetop dengan album Middle of Nowhere dan hitsnya : MmmmBops....

Nah, kemarin sempat heboh di Twitter, karena saya iseng membuatnya dan berhasil menarik perhatian para fans Hanson dari segala penjuru dunia. :)  Terang saja, karena aplikasi ini masuk pasar Google Play yg bisa diakses jutaan gadget Android dari berbagai negara.

Kamu tertarik kepingin mendownloadnya? Silahkan klik di link ini

Untuk tampilannya, silahkan dipelototi sendiri di gambar di bawah ini :)


Tuesday, May 8, 2012

Kepada kamu di #raincity

Apakabar?
Kamu...
yang tidak bisa kulupa, kulepas dan kuhapus..

yang tidak bisa kuhindari setiap tatapan mata, suara bahkan kenangan dari beberapa waktu yg lewat....

Apakabar kamu, baik-baik saja kah?
Sementara kita mencoba untuk tidak saling bertegur sapa....
Memutus semua silaturahmi....
dan menambahkan beban berat pada setiap tarikan napas...

Ah...mungkin hanya aku yang berpikiran seperti ini...
....betapa tidak bisa kutolak dan berlari dari bayangan kamu...

Kamu...

Tidakkah kamu tahu....
Betapa aku mencintaimu...

Si...




Android Workshop Semarang 14-16 Mei 2012




Pelatihan android dan online business strategy akan dilaksanakan pada tanggal 14 s/d 18 Mei 2012.  Bagi anda yang tertarik dapat langsung mendaftarkan diri disini.
Materi pelatihan :
A. MATERI PELATIHAN ANDROID
Hari ke 1
- Dasar-dasar pemrograman Android
- Instalasi Eclipse & ADT
- Simulator
- Membuat aplikasi basis Cloud Ibuild App
- Dasar-dasar Mapping & GPS & Database SQL Lite
- Kompilasi dasar
Hari ke 2
- Dasar-dasar Open GL
- Dasar pemrograman grafis multimedia-game
- LUA Programming
- Membuat Game Dasar
- Kompilasi dasar
Hari ke 3
- Pembuatan Aplikasi dasar -dasar Dikompilasi dan di RUN pada gadget Android
- Peserta memahami proses pembuatan APK dgn lancar
- Presentasi karya dari Homework
- Proses lanjutan (Advance Coding)
- Tutorial Akhir
B. Materi Pelatihan “Online Business Strategy”
Hari ke 4
1. Peluang-peluang bisnis di media online
2. Model bisnis di media online
3. Kunci sukses E-commerce
4. Konsep Marketing bisnis online
5. Internet marketing untuk penjualan dan branding
6. Optimasi Elemen Internet marketing
Hari ke 5
1. Refreshing dan presentasi peserta
2. Praktek penerapan elemen iNternet marketing
3. Penguasaan SEO untuk Bisnis semua level
4. Evaluasi dan monitoring implementasi SEO
5. Praktek Implementasi SEo dan Tool
6. Presentasi peserta
7. Review dan penutupan


Saturday, March 31, 2012

New Media - Digital Mobile Applcation - #enggres


Contoh Buku Interaktif yg dibuat dgn 'Open Source' SDK

 
Beberapa hari belakangan ini, saya disibukkan dengan kegiatan meeting & silaturahmi antar teman pegiat perbukuan, digital media, pemodal dan rekan kerja yg punya cita-cita yang sama : to Develop a New Media!

Sebenarnya apa sih yg sedang saya bicarakan? Saya bertemu dengan teman bernama Amang, dia pegiat perbukuan dan konsultan penerbitan yg berakun twitter @scriptozoid & tetap ngeblog di http://scriptozoid.blogspot.com

Saya dan Mas Amang punya pandangan yang sama terhadap perkembangan New Media. Kami membayangkan sebuah dunia digital mobile yg merupakan satu kesatuan gadget plus konten penerbitan baik berbentuk buku, majalah, literatur dan segala konten multimedia interaktif. Masa depan New Media ada di sana. Saya habiskan waktu ngobrol ngalor ngidul bersama Mas Amang di Mal FX Senayan. Kami mencoba saling berbagi pandangan tentang perkembangan teknologi terkini dan kesempatan besar di masa depan.

Oh ya, di malam pertemuan kami, sempat bergabung mas Bambang Elfiantono, Head unit Production Trans7 dan Mas Toro, Ownernya Shandika Widhya Sinema. Kita ngobrol di 'warung' Sate Senayan lobby FX mal. Dari sekedar ngomong serius sampai guyon digital media yang tidak bertuan.

Tidak Bertuan?

Saya bilang ke Amang bahwa Digital Media adalah sebuah keharusan. Setiap penerbit, penulis, pemerhati buku harus bersiap hijrah ke media ini. Paradigma kertas menjadi media digital saat ini saling dirumuskan menjadi format baru yang siap disajikan. Dari sekedar format PDF dan EPUB hingga proses pembuatan aplikasi multimedia yang siap dijalankan layaknya sebuah game.

Masalahnya, tidak semua penerbit yang siap dengan format multimedia Aplikasi. Mereka masih berpatokan dengan standar PDF dan EPUB. Padahal, jika mereka mengubah format kontennya menjadi aplikasi, akan jauh lebih menguntungkan dan lebih interaktif.

Mas Amang memberitahukan ke saya kalau Mizan telah bergerak menuju pembuatan buku interaktif digital dalam bentuk aplikasi. Kalau kita masuk ke Google Play/Android Market nama Mizan Publisher berkibar di sana. Saya katakan, ini adalah sebuah revolusi yang sudah dinyalakan! Kita tinggal menunggu waktu penerbit-penerbit lainnya mengikuti jejak Mizan masuk ke kancah Aplikasi Digital Publishing.

Pertanyaan berikutnya : Bagaimana caranya membuat aplikasi Mobile Digital? Step detailnya bagaimana? Hmmm... pertanyaan ini sebenarnya butuh jawaban yang panjang. Tapi saya coba terangkan sedikit ya, yang harus dilakukan oleh penerbit adalah membentuk tim coder, desainer, tester & Animator untuk bisa menghasilkan beragam aplikasi. Tim ini disebut Tim Mobile Developer. Tugasnya membuat format aplikasi digital mobile interaktif seperti game dan buku interaktif sesuai pesanan wacana. Tim ini juga bertugas mengunggah aplikasi digital yang selesai dibuat ke market Android / Google Play (untuk segala jenis tablet dan smartphone Android) dan market iTunes (Untuk market iOS Apple - iPad dan iPhone). Tim ini juga bertugas menjaga 'lapak' digital, mencermati tingkat penjualan dan bertanggung jawab penuh terhadap QC aplikasi Digital.

Simpel kan? Hmmmm...kelihatannya iya. Tapi ada beberapa masalah teknis yang harus dipikirkan. Selain masalah coding pemrograman, juga harus diperhatikan aspek pengembangan yang cepat, rapid dan terintegrasi secara terus menerus. Seperti apa gambarannya? Sebenarnya Saya pribadi sedang menyusun pola kerja Digital Mobile Publisher yang bisa ditiru siapapun yang tertarik mengembangkan aplikasi mobile untuk kanal digital publishernya. Memberikan sebuah cara menarik bagi setiap publisher di Indonesia yang ingin tembus ke level dunia lewat Google Play, Amazon dan iTunes. Cara ini sebenarnya agak detail untuk dijelaskan, karena membutuhkan ratusan halaman dan berbagai macam sample aplikasi yang saya buat. Selain itu, saya juga sedang menuliskan aspek legal yang berkaitan dengan engine atau software SDK untuk membentuk produk Digital Publishing.

 

(Contoh Buku Interaktif dengan solusi Non Adobe - Free Royalty Software)



Saya bilang ke Amang, saya menggunakan sebuah solusi software yang tidak bergantung dengan software besar seperti Adobe. Seperti kita tahu, solusi digital yang ditawarkan Adobe memang sangat menggiurkan dan mudah. Tetapi, Adobe memberikan beberapa klausul yang cukup memberatkan, diantaranya mengenai masalah pemotongan royalty terhadap produk kita apabila produk buatan kita yang dijual via digital market mencapai jumlah penjualan tertentu. Lalu, apakah ada solusi lain selain Adobe? Saya mengumpulkan berbelas solusi yang bebas Royalty, Cross Platform dan mudah diaplikasikan oleh siapa saja.

Mudah? Semoga saya tidak salah, yang saya ingin bagikan di sini, adalah sebuah upaya mengembangkan New Media dengan penggunaan Open Source dan Software SDK yang tidak terkena masalah pemotongan Royalty. Nah, cara ini sepertinya masih baru dilakukan di Indonesia. Saya melakukan penelitian, hampir 80% solusi Mobile Digital Media di Indonesia menggunakan Adobe untuk membuat beragam aplikasi. Termasuk perusahaan sebesar Mizan, TransCorp dan Gramedia.

Atau Anda punya data baru? Tolong beritahu saya, siapa saja perusahaan besar yang masih bergantung dengan solusi Royalty berbayar :)

Ah, saya sudah melantur terlalu banyak pagi ini. Saya mau pamit mundur dulu. Ini hari minggu, saatnya main basket dan senang-senang.

Salam New Media,


Sony Set
Praktisi, Mobile Developer dan Pemain Basket amatir :)